Perancangan Terrarium With Automatic Controller Berbasis Arduino For Baby Tortoise Geochlone Sulcata
Partaonan Harahap, Khoiril Romodoni Nasution · Seminar Nasional Teknologi Edukasi Sosial dan Humaniora · 2021
Sulcata tortoise adalah spesies dari kura-kura darat bertubuh panas, yang mendiami pinggir selatan gurun Sahara, di Afrika, akan tetapi sulitnya untuk hewan ini bertahan hidup di Indonesia, karena sulcata tortoise ini hidup di rentan suhu 31°C - 35°C. Pada akhir tahun 2019 peneliti tentang sulcata tortoise dan mulai membuat alat dengan controller semi automatis menggunakan alat-alat wiring conventional, Terrarium with Automatic Controller for baby Tortoise Geochelone Sulcata racangan alat yang menggunakan Mikrokontroller yang berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik dan umumnya dapat menyimpan program di dalamnya. Dalam proses pengujian dilakukan untuk menganalisa hardware dan software Pada Sensor DHT 22 dengan rata-rata nilai 0,94 Pada hardware Terrarium menggunakan box container dengan ukuran 70 cm x 55 cm setebal 3mm, dengan Wemos D1 sebagai komponen utama, sensor DHT 22 sebagai pendeteksi suhu dan kelembaban yang akan mengirimkan sinyal ke relay 4 channel, yang kemudian relay akan mengalirkan listrik ke lampu sebagai media penghangat, lampu yang di gunakan sebanyak 1 buah dengan daya 25watt, kemudian relay juga mengalirkan listrik ke 3 buah fan dan 1 buah mist maker 24v sebagai media pelembab, untuk sensor GUVA S12D akan membaca kerja dari lampu UVB 13watt khusus reptile.