Analisis Performa Sistem Pemantauan Suhu DanKelembaban Berbasis Wireless Sensor Network

Da’imul Royan · 2017

Pemanfaatan teknologi yang lebih memadai untuk menunjang sumber daya pertanian perlu dilakukan. Salah satu teknologi yang diperlukan adalah sistem pemantauan suhu dan kelembapan lingkungan berbasis wireless sensor network dengan performa yang baik guna memberi nilai yang sebanding denga paramer yang diamati. Terdapat banyak piranti sensor yang berfungsi untuk mengukur suhu dan kelembapan, akurasi merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk menentukannya. DHT11 sensor yang dapat melakukan pengukuran suhu dan kelembapan secara serempak dengan keluaran digital. Teknologi wireless yang dapat diterapkan salah satunya adalah nRf24L01 karena memiliki konsumsi daya yang rendah. Setelah komponen terpilih dibutuhkan metode penjadwalan pengiriman dengan pembagian waktu agar terhindar dari kemungkinan tabrakan pengiriman data, diperlukan penyetaraan waktu antar untuk menunjang metode penjadwalan. Setelah fasilitas terbentuk, perlu diadakan uji performa untuk mengetahui kinerja dari sistem apakah sesuai dengan kondisi lapangan. Parameter dalam pengujian performa sistem adalah fungsionalitas sistem, respon sensor terhadap perubahan suhu dan kelembapan, perbandingan akurasi sensor dalam variasi jangka waktu penggunaan pada lahan pertanian, perbandingan delay pengiriman dalam variasi jarak antar node dan penggunaan RAM. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa semua fungsionalitas dari sistem dapat bekerja dengan baik dengan persentase keberhasilan 100%. DHT11 memiliki waktu respon 10,4 detik – 10,9 detik masing-masing untuk pengukuran suhu dan kelembapan, besar rentang nilai berpengaruh pada pembacaa suhu. DHT11 memiliki rentang galat relatif 1,2 – 1,5% dan 5,6 – 6,3% masing-masing untuk pengukuran suhu dan kelembapan, lama penggunaan tidak berpengaruh terhadap akurasi. sistem memiliki delay pengiriman terbesar pada jarak node 70m yaitu 19μs, semakin jauh maka delay yang dihasilkan semakin besar. Penggunaan RAM terbesar mencapai 47% ketika proses pengiriman pesan pada node sensor.

Read the paper · More papers on PaperTik