Libraries Rebranding and Repositioning: What Can Indonesian Librarians Learn From The Popularity of Online Motorcycle Taxi (Ojek)?

Nuning Kurniasih · 2017

Even though library and librarian undergo better changes, the perception and stereotype towards library and librarian has not changed much. It is shown by the perception and stereotype of the librarian themselves towards the profession of librarian. From another side, the management of online motorcycle taxi has succeeded in rebranding and repositioning motorcycle taxi and the drivers, thus it gains more positive image in the society. There are some values added given eventually changes perception towards motorcycle taxi and the drivers. This study attempts to explore how librarians employ image rebranding and image repositioning in order to gain more positive image for the library as it done to the online motorcycle taxi company. The research method used is descriptive qualitative. The techniques used to collect data is Focus Group Discussion (FGD) with 39 librarians in Banten - Indonesia, interview, observation and literature review. The results showed (1) amongst the librarians, a librarian still has a conservative image. (2) There are some points on why people prefer online motorcycle taxi rather than conventional one, i.e. company reputation, quality services, fixed tariff, choices of payment method (cash and non cash), easy to order, safety, comfort, all in one services, velocity, safety driving and services (3) as for library, rebranding emphasizes the changes of values offered for the users thus they can be loyal, and improving the organization culture in order to achieve rebranding goals. In other hand, repositioning serves as an attempt to accommodate the development of society characteristics and information technology advancement. Library has to accommodate the expectation of both digital native and digital immigrant simultaneously. Library rebranding and repositioning expected to be able to improve the positive image of library and also the librarian .Abstract in Bahasa Indonesia:Walupun perpustakaan dan pustakawan telah berubah ke arah yang lebih baik, namun persepsi dan stereotif terhadap perpustakaan dan pustakawan belum jauh berubah. Manajemen perusahaan ojek online telah berhasil me-rebranding dan mereposisi ojek dan pengemudi ojek, sehingga citra terhadap ojek dan pengemudi ojek menjadi lebih positif. Persepsi terhadap ojek dan pengendara ojek juga berubah. Pelanggan ojek bertambah dengan segmentasi pasar yang lebih luas. Ojek menjadi transportasi andalan di saat macet. Orang tidak lagi malu atau cemas menggunakan ojek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pustakawan me-branding dan me-repositioning perpustakaan agar citra perpustakaan menjadi lebih positif sebagaimana yang dilakukan perusahaan ojek online. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan melalui Focus Group Discussion terhadap 39 orang pengelola perpustakaan di Provinsi Banten, Jawa Barat, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan (1) di kalangan pustakawan sendiri, sosok pustakawan masih terlihat konservatif (2) nilai yang membuat pelanggan lebih memilih ojek online daripada ojek tradisional, yaitu reputasi perusahaan yang mampu menjamin standar layanan. Standar layanan ini mencakup kepastian waktu dan biaya, kecepatan dan kemudahan akses, respon terhadap feedback, kenyamanan, keamanan dan ragam layanan dengan personil (pengendara) yang terlatih dan disiplin, (3) rebranding bagi perpustakaan lebih ditekankan pada perubahan nilai yang ditawarkan bagi pengguna perpustakaan agar mereka dapat menunjukkan loyalitasnya melaui review brand personality, sedangkan repositioning perpustakaan diperlukan agar perpustakaan dapat mengidentifikasi dengan baik target marketnya, dapat mengakomodasi harapan dari digital native dan digital immigrat. Rebranding dan repositioning perpustakaan diharapkan mampu meningkatkan citra positif perpustakaan dan pustakawan.

Read the paper · More papers on PaperTik