RANCANG BANGUN ALAT PENGERING KENTANG PASCA PANEN BERBASIS MIKROKONTROLER
Devi Yulianti · 2018
Kentang (Solanum tuberosum L) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan.Penjelajah Spanyol dan Portugis pertama kali membawa ke Eropa dan mengembangbiakkan tanaman ini. Kentang merupakan konsumsi pokok pengganti nasi dan gandum untuk berbagai wilayah dan dapat juga menjadi berbagai jenis makanan ringan. Namun terselip masalah yang sangat besar bagi para pengusaha atau produsen kentang. Kentang yang baru dipanen memiliki kelembapan yang menurun dan kulit yang mudah tergores, sehingga mengurangi umur penyimpanan kentang pada penjual. Ketika kelembapan turun dan kulit yang mudah tergores maka kentang akan mudah membusuk. Dengan mempertahankan suhu yang sesuai dan kelembaban relatif adalah dua faktor lingkungan penting yang diperlukan untuk pengeringan pasca panen yang tepat. Kondisi lingkungan yang tidak cocok dan penanganan yang tidak tepat menyebabkan penurunan bobot kentang, susut atau pembusukan. Pengelolaan secara aktif untuk suhu dan kelembaban relatif dalam pengeringan memungkinkan memaksimalkan kualitas dan kuantitas kentang yang dapat digunakan mengikuti tahap pengeringan. Untuk pengeringan kentang pasca panen itu sendiri memerlukan suhu 35 oC dan kelembapan 35, serta penggunaan motow power window yang berfungsi sebagai penggerak keluarnya kentang dari ruangan pengering.