Peramalan Jumlah Penderita Demam Berdarah Menggunakan Metode Autoregressive Integrated Moving Average (Studi Kasus di Kabupaten Indramayu)
Nanang Fauji, Didi Suhaedi, Eti Kurniati · 2018
Abstrack. Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease transmitted to humans through the bite of an infected Aedes mosquito dengue virus. The disease is widespread throughout Indonesia including Indramayu district. Especially government in Indramayu District Health Office has made various efforts such as prevention and socialization, but it still happens DHF patients who died from this dangerous disease. Forecasting the number of dengue fever patients is very important for the health department in order to make planning for prevention and care more effective in the treatment of dengue fever patients in the future. In this study, the data used is past data that are time series data is the method used is the method of Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) to determine the ARIMA model and then predict the number of DHF patients. ARIMA method came from a merger between the Autoregressive (AR) and Moving Average (MA), ARIMA very good accuracy for short-term forecasts, while the long-term forecast accuracy unfavorable forecasts. ARIMA forecasting method requires the following stages, the stages of data analysis, model identification, parameter estimation, verification, and forecasting. Of processing data using Minitab software support is obtained, the process of identification and verification of the model shows that the right model is ARIMA (2,1,2) model with the following equation: Zt = 1.2562Z t-1 - 0.4509Z t-2 + α t + 1.3119α t-1 - 0.3227α t-2 So the forecasting for the next period to come the number of dengue fever patients by 39 patients. Keywords: D HF , Forecasting, Time Series, ARIMA, Abstrak. Demam berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus Dengue. Penyakit ini sudah menyebar luas ke seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Indramayu. Pemerintah kususnya Dinas Kesehatan di Kabupaten Indramayu sudah melakukan berbagai upaya seperti pencegahan dan sosialisasi, namun masih terjadi penderita DBD yang meninggal akibat penyakit berbahaya ini. Peramalan jumlah penderita DBD sangat penting dilakukan bagi pihak dinas kesehatan agar bisa membuat perencanaan untuk pencegahan dan pelayanan yang lebih efektif dalam penanganan penderita DBD di masa mendatang. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data masa lalu yang bersifat time series dengan data tersebut metode yang digunakan adalah metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) untuk menentukan model ARIMA dan kemudian meramalankan jumlah penderita DBD. Metode ARIMA bersal dari penggabungan antara Autoregressive (AR) dan Moving Average (MA), ARIMA sangat baik ketepatannya untuk prakiraan jangka pendek, sedangkan untuk prakiraan jangka panjang ketepatan prakiraannya kurang baik.Peramalan menggunakan metode ARIMA memerlukan tahapan-tahapan sebagai berikut, tahapan analisis data, identifikasi model, estimasi parameter, verifikasi, dan peramalan. Dari pengolahan data dengan menggunakan bantuan software minitab didapat, pada proses identifikasi dan verifikasi model menunjukkan bahwa model yang tepat adalah ARIMA (2,1,2) dengan model persamaannya sebagai berikut : Zt = 1.2562Z t-1 - 0.4509Z t-2 + α t + 1.3119α t-1 - 0.3227α t-2 Sehingga ramalan untuk periode selanjutnya didapat jumlah penderita DBD sebesar 39 penderita. Kata Kunci : DBD, Peramalan, Time Series, ARIMA