DESAIN PENCAHAYAAN LAPANGAN BULU TANGKIS INDOOR ITS
Farid Khusnul Mujib · 2012
Lapangan bulu tangkis indoor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merupakan bangunan tertutup yang menyediakan tempat olah raga bulu tangkis. Di lapangan indoor ini, permainan bulu tangkis biasanya dilakukan pada malam hari, sehingga digunakan pencahayaan buatan dari lampu. Agar memenuhi kenyamanan visual para pemain bulu tangkis, kuat pencahayaannya harus memenuhi standar yang direkomendasikan (minimal 200 lux), dan persebarannya harus merata (min/ave≥0,80). Pada penelitian ini didesain sistem pencahayaan buatan yang sesuai standar di lapangan bulu tangkis indoor ITS. Dari hasil pengukuran dan analisa, kuat pencahayaan rata-rata lapangan 1, lapangan 2, lapangan 3, lapangan 4, dan seluruh area GOR adalah: 121,65 lux; 144,48 lux; 144,24 lux; 122,36 lux; dan 101,72 lux. Nilai min/ave lapangan 1, lapangan 2, lapangan 3, lapangan 4, dan seluruh area GOR adalah: 0,64; 0,77; 0,76; 0,64; dan 0,50. Dilakukan desain dengan menggunakan 140 buah lamu TL-D 36 W yang masing-masing mempunyai flukscahaya 3350 lumen. Dari hasil simulasi Calculux didapatkan kuat pencahayaan rata-rata lapangan 1, lapangan 2, lapangan 3, lapangan 4, dan seluruh area GOR adalah: 268 lux; 294 lux; 294 lux; 268 lux; dan 263 lux. Nilai min/ave lapangan 1, lapangan 2, lapangan 3, lapangan 4, dan seluruh area GOR adalah: 0,90; 0,97; 0,97; 0,90; dan 0,84. Dilakukan desain pula dengan menggunakan 14 lampu HPI-T 400W yang masing-masing mempunyai fluks cahaya 35000 lumen. Dari hasil simulasi Calculux didapatkan kuat pencahayaan rata-rata lapangan 1, lapangan 2, lapangan 3, lapangan 4, dan seluruh area GOR adalah: 434 lux; 405 lux; 405 lux; 434 lux; dan 339 lux. Nilai min/ave lapangan 1, lapangan 2, lapangan 3, lapangan 4, dan seluruh area GOR adalah: 0,59; 0,80; 0,87; 0,87; dan 0,80.