AIR ENVIRONMENT QUALITY ANALYSIS BASED ON TRAFFIC DENSITY USING WEB-BASED GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM METHOD (CASE STUDY: CENTRAL SURABAYA)
Muchlisa Zulfa · 2016
Surabaya Pusat merupakan pusat kota Surabaya dimana terdapat banyak pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran yang membuat aktivitas lalu lintas menjadi padat. Aktivitas lalu lintas yang padat memicu tingginya pencemaran udara yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor sehingga menyebabkan kualitas udara menjadi tidak baik untuk kesehatan. Beban emisi karbon yang paling berpengaruh adalah CO dan CO2 yang dapat memperbesar tingkat pemanasan global. Dalam proses pemantauan kualitas udara tersebut masih terdapat kekurangan, terutama dalam hal pendataan serta penyampaian informasi akan pencemaran udara yang terjadi di Surabaya sehingga informasi tidak tersebar secara merata kepada masyarakat. Melalui adanya teknologi Sistem Informasi Geografis yang disajikan dalam bentuk web merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu dalam penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai kualitas udara. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas udara di wilayah Surabaya Pusat masih baik yang ditunjukkan dengan baku mutu sesuai dengan pemerintah. Untuk jalan arteri primer, jalan Diponegoro mempunyai emisi tertinggi dengan CO sebesar 1635,64 ton/tahun dan CO2 sebesar 35516,32 ton/tahun yang disebabkan oleh tingginya volume kendaraan yaitu sebesar 285388 smp/jam. Sedangkan untuk arteri sekunder, jalan Raya Darmo mempunyai emisi tertinggi dengan CO sebesar 1491,72 ton/tahun dan CO2 sebesar 31155,44 ton/tahun yang disebabkan oleh tingginya volume kendaraan yaitu sebesar 732395 smp/jam. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk web.