Analisis Sandi Diferensial terhadap Full Data Encryption Standard

Yusuf Kurniawan, Adang Suwandi, Muhammad Sukrisno Mardiyanto, S Iping Supriana · Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) · 2005

DES (Data Encryption Standard) merupakan block cipher 16 ronde yang memiliki struktur Feistel dan memiliki masukan/keluaran 64 bit, serta memiliki kunci sepanjang 56 bit. Dengan struktur Feistel, algoritma enkripsi memiliki struktur yang sama dengan yang untuk dekripsi. Perbedaannya hanya terletak pada urutan subkey yang dimasukkan. DES memiliki fungsi F yang tidak invertible. Analisis Sandi Diferensial (ASD) adalah teknik untuk mendapatkan kunci algoritma enkripsi modern tanpa harus meminta ijin pemilik kunci. ASD dapat diterapkan terhadap bermacam-macam algoritma enkripsi modern, termasuk Data Encryption Standard (DES). ASD berusaha mendapatkan diferensial masukan yang menghasilkan diferensial keluaran dengan memiliki peluang sebesar mungkin. Untuk algoritma DES, diferensial ini berupa XOR. Pada DES, satu-satunya komponen yang tidak linear adalah kotak subtitusi. Oleh karena itu, ASD dimulai dari Kotak-S ini. Kemudian aliran diferensial ini diperluas ke komponen lainnya hingga mencapai satu ronde. Kemudian, dari satu ronde, diperluas ke ronde-ronde berikutnya hingga mencapai 16 ronde penuh.Dalam makalah ini akan ditunjukkan cara memecahkan kunci DES 56 bit 16 ronde dengan ASD. Memecahkan DES berarti bahwa kita dapat membuktikan bahwa tingkat keamanan full DES 16 ronde lebih rendah daripada yang diklaim pada waktu algoritma diumumkan. Dengan kata lain, DES dapat dipecahkan lebih cepat dari pada brute force attack. Kata kunci: Full DES, Analisis sandi diferensial, Kotak-S.

Read the paper · More papers on PaperTik