ANALISIS BIPLOT AREA
Retno Widiyanti · 2010
Sebuah teknik statistika deskriptif yang dikembangkan oleh Gabriel pada tahun 1971 untuk menyajikan data dalam ruang bidang datar adalah analisis biplot. Intepretasi menggunakan analisis biplot menjadi lebih mudah karena biplot mampu menjelaskan suatu fenomena yang diamati dalam bentuk sesederhana mungkin, namun tidak menghilangkan informasi penting yang dikandungnya. Sebuah pendekatan baru dari analisis biplot konvensional adalah analisis biplot area. Dalam analisis biplot area, setelah titik-titik baris atau obyek dirotasi sejauh 900, luasan yang direntang oleh sebuah segitiga yang dibentuk dari titik asal (0,0), titik baris (obyek) dan titik kolom (peubah) digunakan untuk menduga nilai-nilai data. Nilai-nilai dugaan ini kemudian digunakan untuk mengetahui karakteristik suatu obyek terhadap peubah tertentu.